Pengamatan Bintang dan Galaksi dengan Stellarium #8

Bintang merupakan sebuah bola gas raksasa yang sangat panas. Sejauh yang telah mampu diamati dan diperkirakan oleh manusia, bintang memiliki beragam ukuran, suhu, dan spektrum warna yang berbeda-beda. Matahari sebagai bintang dalam tatasurya kita tergolong sebagai bintang kerdil berwarna kuning. Namun demikian matahari bukanlah yang terkecil diantara semua bintang. Bintang kerdil putih memiliki ukuran 100 kali lebih kecil dari matahari. Sementara itu banyak bintang yang berukuran puluhan hingga ratusan kali lebih besar dari matahari.
Bintang-bintang tersebut berkumpul dalam suatu gugusan yang besar yang disebut sebagai galaksi. Matahari merupakan salah satu dari miliaran bintang yang menyusun galaksi Bimasakti (Milky Way). Galaksi kita sendiri merupakan satu dari miliaran galaksi yang menyusun alam semesta. Subhanalloh, betapa luas dan besarnya ciptaan dari Yang Maha Pencipta.
Sejak jaman dahulu manusia telah mengamati bintang di langit. Dari pengamatan sederhana tanpa alat bantu yaitu mengamati rasi bintang hingga berkembangya teleskop dan wahana pengamatan ruang angkasa.

Pada panduan kali ini kita akan mengamati bintang secara lebih dekat, kemudian kita lanjutkan untuk mengamati galaksi-galaksi. Sebelum melakukan pengamatan bintang dan galaksi (termasuk benda langit lainnya) ada beberapa hal penting yang ingin saya sampaikan: 1) sangat penting bagi kita untuk mengatur lokasi dan waktu pengamatan. Terlebih dahulu kita akan mengatur tempat pengamatan yaitu di observatorium Lembang. Tekan tombol F6, lalu ketikkan kata kunci lembang dan pilihlah (klik) Lembang, Indonesia pada daftar lokasi pengamatan. 2) pada pengamatan bintang dan galaksi, sangat penting bagi kita untuk memahami konsep rasi bintang terlebih dahulu (lihat panduan #7).

stella-galaksi1

Pengamatan bintang terdekat
Proxima adalah bintang yang menjadi tetangga terdekat matahari. Untuk mengamatinya kita perlu mengatur waktu pengamatan. Kita tekan F5 sehingga muncul jendela waktu, lalu kita ubah nilainya menjadi 2014/5/1 23:0:0. Selanjutnya bula jendela pencarian dengan menekan tombol F3 lalu ketikkan “proxima” dan tekan enter. Kita bisa menggunakan scrool keatas atau tombol Page Up untuk memperbesar tampilan bintang tersebut.

stella-galaksi2
Proxima memiliki nama lain Alpha Centauri C. Nama tersebut dihasilkan dari letak gugus rasi bintang dimana ia berada yaitu Centaurus, kemudian diubah menjadi nama genatifnya yaitu Centauri. Sedangkan istilah Alpha menunjukkan tingkat kecerahannya dalam suatu gugus rasi bintang, dimana Alpha merupakan yang tercerah, diikuti Beta, Gama, dan seterusnya. Penamaan yang sama juga berlaku pada bintang-bintang lain dalam suatu gugus rasi bintang.
Pada indikator objek kita bisa melihat tingkat kecemerlangan dari suatu bintang. Nilai Magnitude menandakan kecemerlangan bintang yang tampak di langit saat pengamatan berlangsung, semakin negatif nilai Magnitude maka semakin cemerlang bintang tersebut. Sementara itu nilai Absolute Magnitude menandakan seberapa banyak cahaya yang dapat dipancarkan. Spectral Type menandakan nilai ionisasi spektrum cahaya yang dihasilkan oleh bintang berdasarkan klasifikasi Morgan-Keenan. Dengan melihat nilai Absolut Magnitude dan Spectral Type, kita bisa menduga bahwa proxima merupakan sebuah bintang merah kerdil. Nilai Absolut Magnitudenya 15.44 sedangkan Spectral Typenya M5Ve dan jika kita komparasi pada diagram Hertzsprung-Russell, maka Proxima akan masuk ke dalam golongan V atau bintang Rangkaian Utama yang berukuran kecil.
Pada indikator objek juga dapat kita amati jarak (Distance) Bumi ke Proxima yaitu 4.22 tahun cahaya atau 40.09 triliun km (1 tahun cahaya bernilai 9.5 triliun km). Sebagai perbandingan jarak Bumi ke Matahari kira-kira sejauh 149,6 juta km. Subhanalloh, jauh sangat ya bintang terdekat ini :D.
Kita juga bisa mengamati bintang-bintang yang lain baik dengan menggunakan jendela pencarian (misal mencari bintang Banard), maupun dengan cara langsung mengklik (memilih) pada rasi bintang yang ada (misal binatang Betelgeuse pada rasi Orion), atau sembarang bintang yang ada di bidang pandang.

Pengamatan galaksi tetangga
Galaksi merupakan sebuah sistem gravitasional yang masif, yang terdiri atas bintang, sisa-sisa atau pendamping bintang, medium antar bintang yang berupa gas dan debu, serta materi gelap (sebuah komponen yang sangat sedikit dipahami :D). Galaksi sering juga disebut sebagai nebula, hanya saja istilah nebula lebih sering digunakan untuk menamai gumpalan gas dan awan debu raksasa yang menyertai bintang. Matahari kita merupakan salah satu dari miliaran bintang yang menyusun galaksi Bimasakti. Begitu luasnya sistem suatu galaksi sehingga tak terbayangkan lagi cara mengukurnya. Galaksi Bimasakti saja berdiameter 100000 tahun cahaya (silahkan konversi sendiri nilainya dalam km :D). Subhanalloh, Maha Agung dan Maha Besar pencipta alam semesta. Tata surya kita berada di lengan dari galaksi Bimasakti, oleh karena itu kita kesulitan untuk melihat dari luar galaksi kita ini. Bayangkan berapa jarak yang harus ditempuh untuk melihatnya dari luar :D. Untungnya kita masih bisa melihat galaksi lain yang bertetangga dengan galaksi kita. salah satunya adalah galaksi Andromeda.

stella-galaksi3
Mula mula kita atur seting waktu pengamatan, tekan tombol F5, lalu ubah tanggalnya menjadi 2014/11/1 dan pukul 23:0:0. Selanjutnya kita cari rasi Andromeda, tekan tombol F3 lalu ketik “andromeda“, seketika kita akan dibawa ke rasi bintang Andromeda. Berikutnya kita tekan ikon Nebulas pada toolbar atau tekan tombol N, sehingga muncul titik dan label nama-nama galaksi yang ada. Kita pilih (klik) pada titik Great Nebula in Andromeda. lalu kita tekan tombol Spasi untuk mengunci target pengamatan. Setelah terkunci kita tinggal memperbesar tampilan menggunakan scroll ke atas pada tetikus atau tekan tombol Page Up. Akan tampak galaksi Andromeda dalam bentuk spiral yang menakjubkan.

stella-galaksi4
Hint: Dalam penamaan internasional dikenal 2 penamaan galaksi, yaitu memakai kode M dan memakai kode NGC. Kode M dipakai untuk menghormati seorang ilmuwan bernama Charles Meiser yang telah terlebih dulu mengkatalogkan galaksi. Selanjutnya dikarenakan lebih banyaknya galaksi dan benda langit yang ditemukan maka dibuat katalog penamaan yang terbaru yang diberi kode NGC (New General Catalogue).
Para ilmuwan mengelompokkan galaksi menurut bentuknya kedalam 3 golongan, yaitu galaksi oval (misal galaksi M87) , galaksi spiral (misal galaksi Andromeda dan galaksi M100), serta galaksi tak beraturan (nebula). Galaksi yang banyak material gas dan asap yang sering disebut sebagai nebula. Berikutnya kita akan mengamati nebula KepalaKuda dan nebula Orion yang terletak di rasi bintang Orion. Kita bisa mengaplikasikan cara yang sama dengan pencarian galaksi Andromeda, atau menggunakan cara cepat hehe, yaitu dengan memakai jendela pencarian. Ketik F3 setelah muncul jendela pencarian kita isikan “horsehead nebula“, maka seketika kita akan dibawa ke nebula KepalaKuda.

stella-galaksi5
Hint: ada 3 tipe umum dari awan pembentuk nebula yaitu: awan nebula emisi (memancarkan sinar sendiri), awan nebula refleksi (memantulkan sinar dari bintang terdekat), dan awan nebula gelap (tampak gelap /menyerap sinar yang ada di belakangnya). Kita bisa melihat ketiganya pada nebula KepalaKuda.
Sedikit perkecil tampilan nebula KepalKuda dengan scroll ke bawah pada tetikus atau menekan tombol Page Down, maka akan tampak nebula besar Orion (Great Nebula in Orion). Klik pada nebula tersebut, dan tekan tombol Spasi untuk mengunci target pengamatan, lalu perbesar tampilannya dengan scroll ke atas pada tetikus atau tekan tombol Page Up.

stella-galaksi6
Anda bebas menggunakan cara yang sama untuk mencari galaksi dan nebula yang lain. Bila pengamatan kita berada dibalik belahan bumi, kita tinggal menonaktifkan fitur Ground (tekan tombol G), untuk mengamati galaksi-galaksi yang kita cari. Berikut adalah nebula yang saya rekomendasikan untuk dilihat: nebula kepiting (Crab Nebula, diduga merupakan sisa hasil sebuah ledakan supernova), Rossete nebula, California nebula, Trifid nebula, Eagle nebula, galaksi M64, M79, M100.

stella-galaksi7

Pengamatan Cluster
Sistem bintang yang lebih kecil dari galaksi sering disebut sebagai gugus (Cluster). terdapat 2 jenis gugus yang sering dijumpai yaitu gugus globuler dan gugus terbuka. Gugus globuler (globular cluster) merupakan gugus yang berisi ratusan ribu bintang yang disatukan oleh gravitasi yang saling tarik menarik. Susunan bintangnya rapat dan berbentuk hampir bulat atau tampak sebagai gumpalan kabur di pengamatan teleskop biasa. Di bagian tengah gugus ini berisi bintang-bintang tua. Gugus terbuka (open cluster) merupakan gugus yang berisi beberapa ratus bintang saja. Gugus ini tersusun longgar dan terdiri dari bintang-bintang muda dan panas.
Untuk pengamatan contoh gugus-gugus tersebut kita bisa menggunakan jendela pencarian di stellarium. Tekan F3 untuk membuka jendela pencarian, lalu ketikkan “Double cluster” (NGC869). Seketika kita akan dibawa ke gugus Double cluster yang merupakan gugus terbuka (Open Cluster). Perbesar tampilan gugus dengan melakukan scroll ke atas pada tetikus atau tekan tombol Page Up. Ulangi cara yang sama untuk melihat gugus yang lain. Sementara untuk melihat contoh gugus globuler, kita bisa melihat contohnya pada gugus NGC104.

stella-galaksi8
Hint: anda bisa melihat contoh gugus, galaksi, maupun nebula, dengan mengaktifkan fitur Nebulas (tekan tombol N) lalu mengklik pada tanda dan label nebula yang muncul. Jangan lupa gunakan scroll ke atas atau tombol Page Up untuk memperbesar tampilan

Demikian penjelajahan kita dalam mengamati alam semesta. Capek juga ya menjelajahi jutaan tahun cahaya :D. Semoga serial panduan pengamatan dengan Stellarium ini mampu menambah pengetahuan kita serta memberi manfaat bagi kita semua.

<- Tulisan sebelumnya

@Daftar menu panduan

The following two tabs change content below.
tinggi 165 cm, berat 50 kg, kulit kuning langsat, rambut lurus, lahir dan besar di semarang

Latest posts by mmustofa (see all)

mmustofa

tinggi 165 cm, berat 50 kg, kulit kuning langsat, rambut lurus, lahir dan besar di semarang

2 thoughts on “Pengamatan Bintang dan Galaksi dengan Stellarium #8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *