Pengamatan Rasi Bintang dengan Stellarium #7

Beberapa dari kita tentu masih ingat, dulu di jaman sekolah dasar pada pelajaran IPA terdapat materi tentang ilmu perbintangan. Saat musim tertentu pada arah tertentu, di langit malam terdapat suatu rasi bintang yang menandakan pergantian musim. Kita juga diberitahu oleh guru atau orang tua kita bahwa para nelayan dan pelaut memakai bintang-bintang sebagai penunjuk arah ketika mereka berada di laut saat malam tiba.

Pengamatan bintang sendiri telah dilakukan oleh manusia sejak jaman dahulu kala. Terdapat sebuah cabang ilmu pengetahuan (sains) yang mengkhususkan diri terhadap pengamatan benda benda langit terutama bintang, ilmu tersebut dinamakan ilmu Astronomi. Apakah anda pernah mendengar Astrologi atau ilmu tentang zodiak? Kenapa pertanyaan ini saya ajukan terlebih dahulu, karena nantinya kita juga akan menemui beberapa istilah yang sama dengan apa yang ditemukan dalam ilmu astronomi, seperti nama rasi bintang misalnya. Ilmu Astronomi dibedakan dengan Astrologi karena Astronomi mempelajari secara ilmiah mengenai angkasa dan segala isinya. Sedangkan Astrologi tidak ilmiah dan menganjurkan kepercayaan bahwa bintang atau benda langit dapat mempengaruhi kehidupan atau nasib manusia, yang dengan kata lain dilandasi oleh takhayul. Jadi, yang perlu digarisbawahi adalah kita disini mempelajari sesuatu yang ilmiah karena kita ingin supaya mendapat manfaat dari apa yang kita pelajari. Selanjutnya saya mencoba mengutip pernyataan dari seorang ilmuwan arab zaman dahulu yang terkemuka pada yaitu Qatadah, beliau mengatakan: “Bintang itu diciptakan untuk tiga perkara: hiasan di langit, pelempar syeitan, dan penunjuk arah. Barang siapa yang menakwilkannya selain itu (membuat tafsiran, ramalan zodiak, takhayul, dsb), maka ia telah melakukan kesalahan dan menyia-nyiakan bagiannya, serta membebani dirinya untuk sesuatu yang tidak dimiliki ilmunya”.

Kali ini kita akan melakukan pengamatan bintang secara ilmiah dan memanfaatkannya untuk kehidupan kita sehari-hari. Melanjutkan panduan yang telah lalu, kita akan mencoba lakukan pengamatan konstelasi bintang dengan menggunakan Stellarium. Dari pengamatan tersebut kita bisa memanfaatkannya untuk: perkiraan arah, perkiraan musim, rencana pengamatan bintang secara langsung, atau untuk sarana pendidikan dan hiburan 😀 .

A. Pengamatan rasi bintang Crux

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, mengetahui konstelasi (rasi) bintang di saat malam akan sangat membantu dalam menentukan arah mata angin. Secara umum terdapat 2 kelompok konstelasi bintang dilihat dari bumi yaitu: konstelasi bintang pada belahan bumi selatan dan konstelasi bintang pada belahan bumi utara. Terrdapat beberapa rasi bintang yang menjadi penanda arah utara dan selatan.

Untuk memulai kegiatan pengamatan konstelasi bintang, kita buka aplikasi stelarium
Applications -> Science -> Stellarium
Kita akan mencoba mengamati salah satu rasi bintang yang menunjukkan arah selatan, yaitu Crux (salib selatan).
Klik ikon Search window pada toolbar di sebelah kiri atau tekan tombol F3, setelah muncul jendela pencarian kita ketikkan “crux“, maka seketika kita akan dibawa pada tampilan konstelasi bintang Crux.

stella-rasi1
Pada awalnya mungkin kita hanya menemukan tampilan sekumpulan bintang yaitu: Mimosa, Gacrux dan Acrux, untuk memperjelas penampilan rasi bintang Crux kita bisa menggunakan atau mengaktifkan beberapa alat bantu (tool) konstelasi. Aktifkan (klik) ikon Constellation Lines pada bagian kiri bawah toolbar atau bisa dengan menekan tombol C, maka akan tampak garis konstelasi dari rasi Crux. Selanjutnya kita juga bisa menampilkan nama atau label konstelasi dengan mengaktifkan (klik) ikon Constellation Labels atau dengan menekan tombol V. Kita juga bisa menggunakan tombol scroll pada tetikus untuk memperbesar dan memperkecil tampilan.

stella-rasi2

B. Pengamatan rasi bintang Waluku (Ursa Mayor)

Kali ini kita akan mencoba mengamati rasi bintang Waluku (gayung terbalik) atau Ursa Major, yang sering digunakan sebagai penanda arah utara.
Klik ikon Search window pada toolbar di sebelah kiri atau tekan tombol F3, setelah muncul jendela pencarian kita ketikkan “ursa major“, maka seketika kita akan dibawa pada tampilan konstelasi bintang Ursa Major.

stella-rasi3
Ursa Major di dunia barat sering dikenal sebagai rasi bintang beruang besar. Hal ini bisa diketahui dengan mengaktifkan (klik) tool Constellation art pada toolbar konstelasi atau dengan menekan tombol R.

stella-rasi4
Dalam budaya kita (indonesia) rasi ini dikenal sebagai rasi biduk raksasa atau gayung raksasa karena bagian ekor dari rasi Ursa Major membentuk susunan yang mirip gayung raksasa yang terbalik. Selain untuk menentukan arah utara, munculnya rasi ini biasanya digunakan sebagai penanda akhir musim hujan atau awal musim kemarau. Kita bisa membuktikannya dengan mengatur pergerakan waktu pada jendela waktu (Date/time window). Kita klik ikon jendela waktu (Date/time window) atau dengan menekan tombol F5. Setelah muncul jendela waktu, kita ubah nilai dari kolom bulan (kedua dari kiri) dengan mengklik tanda panah diatas atau dibawahnya. Kita klik secara berurutan mulai dari bulan 1 sampai 12. Coba anda perhatikan, rasi bintang Ursa Major mulai nampak jelas di atas belahan langit utara ketika nilai bulan menunjukkan angka 4 atau bulan April, sedangkan pada bulan April biasanya hujan sudah mulai berkurang. Oleh karena itu para nenek moyang kita menjadikan rasi ini sebagai penanda pergantian antara musim hujan ke kemarau.

stella-rasi5


Dalam kebudayaan lain, rasi ini memiliki beragam nama. Salah satunya adalah rasi Caribou dalam kebudayaan Inuit (Eskimo). Anda bisa melihat berbagai penamaan rasi melalui jendela View. Klik ikon Sky and viewing option windows pada menu pop up di sisi kiri atau tekan tombol F4, lalu pilih menu tabulasi Starlore dan anda tinggal memilih pada daftar kebudayaan yang ada (defaultnya adalah western).

C. Pengamatan “penghuni” langit selatan dan utara

Setelah mengamati rasi bintang Crux dan Ursa Mayor, kita mungkin merasa penasaran dengan berbagai rasi bintang yang ada di masing-masing belahan langit selatan dan utara. kita bisa memanfaatkan fasilitas berupa garis bantu ekuatorial dalam membantu kegiatan di tiap belahan langit.
Klik ikon Equatorial grid pada toolbar di bagian bawah, atau tekan tombol E. Setelah muncul garis bantu ekuatorial kita bisa melihat pada masing-masing belahan langit. Pada belahan langit utara, nilai derajat lintangnya adalah positif (+), sebaliknya pada belahan langit selatan nilai derajat lintangnya adalah negatif (-).
Dengan menggunakan tambahan bantuan toolbar alat konstelasi (Constelllation Lines, Constellation Labels, dan Constellation Art), kita bisa melihat beberapa rasi bintang yang merupakan anggota dari tiap belahan langit. Kita juga bisa menampakkan garis bantu pembatas tiap area rasi bintang yaitu Constellation boundaries untuk membantu pengamatan terhadap rasi bintang. Caranya dengan menekan tombol B atau anda bisa mengaktifkannya pada bagian Constellations tabulasi Markings di jendela View.

stella-rasi6
Berikut adalah beberapa rasi pada belahan langit selatan yang dapat kita jumpai: Crux, Scorpio, Libra, Triangulum Australe, dll.
Sementara itu, pada belahan langit utara kita bisa melihat rasi bintang: Ursa Major, Corona Borealis, Gemini, Leo, dsb.

stella-rasi7

 

stella-rasi8

Sebelum saya mengakhiri tulisan ini saya ingin menyampaikan hal yang penting yaitu Seting tempat dan waktu pengamatan sangat mempengaruhi hasil pengamatan. Pada pengamatan yang saya lakukan disini, saya mengatur lokasi pengamatan di kota Semarang, Indonesia, dengan waktu pengamatan bervariasi antara pukul 20.00-23.00. Tentunya akan hasil pengamatan yang anda lakukan akan berbeda, jika anda menggunakan seting tempat dan waktu yang berbeda.

Demikian panduan pengamatan rasi bintang dengan Stellarium, semoga menginspirasi dan menjadi manfaat bagi kita.

<- Tulisan sebelumnya

@Daftar menu panduan

Tulisan berikutnya ->

 

The following two tabs change content below.
tinggi 165 cm, berat 50 kg, kulit kuning langsat, rambut lurus, lahir dan besar di semarang

Latest posts by mmustofa (see all)

mmustofa

tinggi 165 cm, berat 50 kg, kulit kuning langsat, rambut lurus, lahir dan besar di semarang

2 thoughts on “Pengamatan Rasi Bintang dengan Stellarium #7

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *